Tips Merawat Dan Menjaga Kesehatan Vagina

Tips Merawat Dan Menjaga Kesehatan Vagina

Anda sebagai seorang wanita harus pandai dalam merawat dan menjaga kesehatan vagina. Karena vagina adalah mahkota utama seorang wanita. Mungkin Anda selama ini tidak menyadari sebenarnya mahkota wanita yang paling utama adalah vagina. Sehingga Anda lebih sering memperhatikan perawatan anggota tubuh yang lain, yang jelas terlihat oleh mata.

Nah, mulai sekarang Anda harus menyadari bahwa perawatan vagina adalah hal yang sangat penting. Bagi Anda yang sudah berkeluarga mungkin sudah menyadari bahwa merawat vagina adalah suatu keharusan. Namun, untuk Anda yang masih single juga harus lebih dini dalam merawat vagina.

Kenapa sih vagina memerlukan perhatian khusus dalam hal perawatan? Karena, jika Anda salah dalam merawat vagina akan berakibat fatal. Mungkin akibatnya tidak Anda rasakan saat ini, namun ketika usia Anda semakin bertambah maka akan mulai nampak beberapa gejala abnormal pada vagina Anda.

Banyak orang yang tidak merawat vagina secara maksimal, namun mereka tetap aman-aman saja, Nah Anda yang masih berpendapat seperti itu maka dari sekarang harus merubah pola pikir. Karena tidak semua orang bernasib baik seperti yang Anda pikirkan. Pada saati ini, banyak berbagai penyakit yang siap untuk menerkam Anda. Jika Anda tidak berhati-hati maka tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti Anda juga akan menderita suatu penyakit. Nah, berikut ini adalah tips untuk Anda yang mulai memperhatikan tentang perawatan dan menjaga kesehatan vagina.

Gunakan Celana Dalam Berbahan Katun

Selama ini mungkin Anda tidak begitu memperhatikan bahan dari celana dalam yang Anda beli. Kebanyakan orang hanya mempertimbangkan model, warna dan ukuran. Mulai dari sekarang ketika Anda membeli celana dalam, usahakan memilih celana dalam yang berbahan katun. Karena kain katun memiliki sifat yang tidak mudah panas dan nyaman dipakai. Selain itu kain katun juga memiliki daya serap yang tinggi, jadi tidak mudah membuat vagina Anda menjadi lembab.

Ketika Anda menggunakan celana dalam yang panas, maka akan berpengaruh terhadap kelembaban vagina. Vagina akan semakin lembab, sehingga memudahkan bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Kain katun juga lebih lembut, sehingga tidak akan membuat kulit disekitar kewanitaan menjadi teriritasi.                                                                        

Selalu Gunakan Air Bersih Untuk Membasuh Vagina

Air yang Anda gunakan untuk membersihkan diri juga akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kesehatan vagina. Nah, ketika Anda membasuh vagina menggunakan air yang tercemar oleh bakteri jahat, maka vagina Anda juga terancam untuk terserang oleh bakteri tersebut. Seperti bakteri Trichomonas Vaginalis, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan keputihan.

Hindari Penggunaan Cairan Pembersih Vagina

Anda pasti sudah kenal dengan pembersih kewanitaan. Banyak produk pasaran yang mengiklankan tentang sabun pembersih daerah kewanitaan. Sebagian besar orang awam menggap bahwa sabun pembersih pasti bagus dan bermanfaat. Namun, perlu Anda ketahui bahwa setiap produk sabun dari bahan kimia, memiliki sifat basa. Sifat basa pada sabun pembersih kewanitaan bertentangan dengan sifat vagina yang cenderung asam.

Vagina yang normal memiliki keasaman berkisar antara 3,8-4,4. Sifat asam pada vagina berfungsi untuk menjaga bakteri jahat tidak dapat bertahan hidup. Sehingga secara alami pun vagina Anda sebenarnya dapat menjaga kebersihan vagina dari bakteri. Jika Anda menggunakan produk sabun pembersih daerah kewanitaan, maka lama-kelamaan pH pada vagina Anda akan berubah menjadi basa. Nah, secara otomatis fungsi vagina dalam menjaga dari bakteri jahat juga menurun.

Jika Anda tetap ingin mengunakan sabun pembersih, maka sebaiknya gunakanlah pada waktu yang tepat. Yaitu menggunakannya hanya pada saat Anda mengalami keputihan yang sangat deras. Selain itu Anda juga dapat menggunakan sabun pembersih tidak pada setiap hari, sehingga dapat mencegah pH vagina berubah secara cepat.

Bilas Area Vagina Dari Arah Depan Ke Belakang

Coba Anda perhatikan kembali, ketika Anda membasuh vagina, berawal dari arah depan atau dari arah belakang? Membasuh vagina yang benar adalah berasal dari arah depan ke belakang. Hal ini untuk mencegah terjadinya perpindahan bakteri yang berasal dari anus. Anus merupakan daerah yang banyak mengandung bakteri. Jika Anda salah arah dalam membasuh daerah kewanitaan, maka Anda akan mendapatkan berbagai resiko terkena penyakit.    

Sering Mengganti Pembalut Saat Menstruasi

Darah haid merupakan darah kotor yang keluar dari tubuh Anda. Selain itu, darah merupakan tempat terbaik untuk perkembangan berbagai bakteri. Ketika darah haid Anda keluar, maka banyak bakteri jahat yang dapat mengancam untuk kembali masuk dan menginfeksi rahim Anda. Maka dari itu, ketika Anda mengalami haid, sebaiknya sesering mungkin untuk segera mengganti pembalut. Penggantian pembalut yang aman berkisar antara 3-4 jam sekali. Apa lagi ketika haid Anda dalam keadaan deras.

 Hindari Memakai Celana Ketat

Pada saat ini, celana ketat memang menjadi tren model. Akan tetapi di sisi lain menggunakan celana ketat dapat menjadikan masalah bagi kesehatan vagina Anda. Hal ini dapat terjadi karena vagina Anda tidak mendapatkan ruang bernapas, atau pergantian udara. Sehingga vagina menjadi lebih lembab dan memicu timbulnya jamur, sehingga terjadi keputihan.

Selain membuat vagina menjadi lembab, vagina Anda akan tertekan oleh ketatnya celana. Semakin ketat celana yang Anda gunakan, maka pembuluh darah di sekitar vagina Anda juga semakin beresiko untuk mengalami penyumbatan. Sehingga mungkin Anda akan sering merasakan kesemutan di daerah kemaluan.

Hindari Pemakaian Sabun Yang Mengandung Parfum

Di atas pada sub bahasan mengenai penggunaan sabun sebagai pembasuh daerah kewanitaan telah dibahas. Sabun saja sudah berbahaya, apa lagi jika ditambah dengan zat kimia lain seperti parfum. Parfum juga memiliki kandungan kimia yang dapat membahayakan vagina Anda, salah satunya yaitu terjadinya iritasi. Sebenarnya vagina harus dijauhkan dari baha-bahan kimia, karena vagina sangat sensitif dengan benda asing.

Jangan Menggunakan Handuk Secara Bergantian

Penggunaan handuk secara bergantian dapat memicu Anda tertular penyakit. Kalau pada vagina, Anda dapat tertular keputihan lantaran menggunakan handuk bergantian. Bakteri penyebab keputihan akan menempel pada handuk dan berpindah pada tubuh pengguna handuk yang lain.

Biasakan Mencuci Tangan Menggunakan Sabun Sebelum Menyentuh Vagina

Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun bukan hanya dilakukan ketika selesai buang air besar atau air besar. Namun, ketika Anda akan membasuh vagina, sebaiknya juga mencuci tangan terlebih dahulu, agar bakteri-bakteri yang menempel pada tangan Anda dapat hilang. Penggunaan sabun berfungsi sebagai antiseptik, yang dapat membunuh kuman-kuman. Jika Anda hanya membasuh tangan dengan air bersih saja, belum tentu semua kuman akan menghilang dari tangan Anda.

Menggunakan Celana Dalam Bersih

Mungkin secara teoritis Anda juga sudah memahami bahwa menggunakan celana dalam harus yang bersih. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa, bukan hanya secara teori, tapi perlu dipraktekkan. Anda setidaknya ganti celana dalam dua kali dalam sehari. Hal ini untuk mencegah terjadinya reinfeksi pada daerah kewanitaan Anda. Ketika celana dalam Anda kotor atau sudah basah karena terkena cairan keputihan, maka dapat membuat vagina Anda tidak nyaman. Jika tidak segera mengganti celana dalam, dapat membuat Anda gatal-gatal atau bahkan iritasi.

Mengkonsumsi Vitamin C 500mg

Mungkin Anda selama ini hanya memperhatikan kebutuhan vagina secara fisik. Namun Anda juga perlu memperhatikan nutrisi untuk kesehatan vagina Anda. Anda dapat mengkonsumsi vitamin C dengan dosis 500mg sebanyak dua kali dalam sehari, maka dapat meningkatkan asiditas sekresi vagina Anda.

Hal-hal di atas adalah cara untuk menjaga kesehatan vagina, maka dari itu mulai dari sekarang Anda sedikit lebih banyak untuk mengetahui bagaimana menjaga vagina Anda. Semoga bermanfaat.

Tags:
author

Author: