Tahun 2015 Bandara Udara Blimbingsari Banyuwangi Dipastikan Layak Untuk Boeing

Badar Udara Blimbingsari Banyuwangi

Sesuai dengan master plann pemerintah Banyuwangi beserta Jakarta tahun ini, sudah layak untuk diterbangi pesawat Boeng. Hemmm sesuatu yang luar biasa deh untuk Kabupaten Banyuwangi yang tergolong baru dalam mempunyai bandar udara, namun cukup padat aktifitas dan lalu lintas ke banyuwangi menggunakan pesawat dari Surabaya menuju kota Gandrung tersebut. Belum lagi lalu lintas yang juga tak kalah ramai dari Denpasar Bali menuju Banyuwangi. Sebuah perkembangan bandara baru namun cukup ramai dan padat. Banyuwangi cukup berkembang semenjak dipegang oleh Bupati Azwar Anas. Kemajuan ekonomi, pariwisata, pertanian serta industri kreatif makin terasa di Banyuwangi. Belum lagi dengan sentuhan kuliner dan agrowisata untuk kota yang berjuluk Sun Rise Of Java ini.

Kabar yang cukup menggembirakan, tahun 2015 ini, Bandar Udara Blimbingsari layak untuk pesawat jenis air bus Boeing, jenis pesawat penumpang yang cukup besar dan membutuhkan landasan pacu yang panjang. Jika pesawat poker atau yang sejenis cukup dengan landasan pacu kisaran 1500 meter, namun untuk pesawat jenis Boeng minimal harus diatas 2000 meter. So, hari ini peemrintah daerah beserta pusat menggelontor anggaran untuk membangun seapik mungkin Bandar Udara Banyuwangi.

Bandara Blimbingsari Banyuwangi

Bandara Blimbingsari Banyuwangi

Seperti yang pernah ditulis majalah Tempo.co melansir bahwa Bandar Udara Blimbingsari mendapat suntikan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp.14 Milyar untuk perluasan landasan pacu plus perluasan parkir pesawat, biasa di sebut appron. Adapaun rincian dana tersebut diperoleh dari APBN sebesar 14 Miliar, sedang dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan merogoh kocek APBD sebesar Rp.51 Milyar untuk perpanjangan landasan pacu. Berita ini sudah ada sejak akhir 2014 lalu yang dikutip dari Kepala bandar Udara Blimbingsari Andy Hendra Suryaka. Jadi tottal dana yang dialokasikan untuk perluasan landasa pacu Bandar Udara Blimbingsari sekalian perluasan parkir bandara sebesar Rp.65 Milyar. Angka yang cukup fantastis dengan bandar udara baru sekelas Banyuwangi. So, ini adalah sebuah kemajuan yang luar biasa dengan kota ujung Jawa Timur.

Ada catatan istimewa mengenai Bandar Udara Banyuwangi yang diberi julukan sesuai dengan nama buah, yaitu blimbing yang berarti buah belimbing yang mudah sekali didapatkan di kota Banyuwangi. Bandara Blimbingsari mempunyai keistimewaan yaitu cepet banget naik kelas, kayak sekolah saja neh! ya, Bandar Udara Blimbingsari cukup dalam hitungan 4 tahun dari status kelas V menjadi Bandara Kelas III. Lalu kenapa istimewa? Apa yang membuat istimewa? Ya, tentu sangat istimewa banget dong, jika dengan proses normal suatu bandara dari kelas V ke kelas III minimal perlu proses 20 hingga 25 tahun. Namun ini yang terjadi cukup langka yaitu langsung naik ke dua strip, dari kelas V langsung loncat ke kelas III. Sesuatu yang tak biasa terjadi di Indonesia, namun itulah yang terjadi dengan Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Istimewa bukan?

Kata Andy Hendra Lagi “Salah satu bentuk apresiasi pemerintah pusat adalah dengan menaikkan status Bandara Blimbingsari” Perkembangan yang cukup cepat ini dipicu karena kepercayaan masyarakat dalam menggunakan maskapai yang digunakan untuk rute Surabaya Banyuwangi dan rute Denpasar Banyuwangi atau sebaliknya. Kebutuhan para pebisnis akan rute penerbangan ini mempercepat proses terjadinya imbal balik yang cukup signifikan terhadap kebutuhan permintaan penggunaa jalur penerbangan udara jalur ini.

Tags:
author

Author: