Perang Sengit Antara Sunlight Vs Mama Lemon Harga Eceran 1000

Perang Sengit Antara Sunlight Vs Mama Lemon Harga Eceran 1000

Hari ini Saya iseng-iseng jalan-jalan kepasar, dan melihat salah satu produk Sunlight dan Mama Lemon berdampingan. Saya tak puas untuk bertanya kepada penjualnya, “Bu ini harga Sunlight eceran Rp.1000 kok di jajar langsung dengan Mama Lemon? Iseng-iseng otak pengamat strategi pemasaran dadakan Saya muncul?Ha.ha. Rasa ingin tahu saya keluar! Oo..! Sekarang ternyata sudah sedemikian akutkah, dua produk ini untuk saling perang harga, perang kemasan. Ya, memang ini betul-betul perang harga. Genderang perang masih berlangsung dan terus berlangsung. Kedua produk sabun cuci cair ini saling memberikan harga dan produk terbaik untuk saling menguasai konsumen di segment paling bawah, yaitu harga eceran Rp.1000. Ini adalah strategi untuk segment konsumen terbawah untuk kedua produk saling mendominasi produknya.

Oke, kawan untuk memperjelas posisi masing-masing produk dengan kelebihan dan kekurangannya, mari kita lihat perbandingan sepintas dari kedua produk ini, Sunlight vs Mama Lemon:

  Sunlight Mama Lemon Keterangan
Harga Pabrik Rp.825/pcs Rp.860 Harga Ecer Rp.1000
Ukuran Kemasan 52 ML 62 ML Selisih 10 ML
Keuntungan Pengecer Rp.175 Rp.140 Selisih Rp.35/pcs

Dengan melihat tabel sederhana diatas, Anda sudah dapat melihat perbandingan sepintas untuk produk Sunlight eceran seribu di badingkan dengan Mama Lemon yang juga eceran Rp1000. Ini adalah ketajaman dan perhitungan yang matang dari masing-masing manajer pemasaran dari kedua pihak, baik dari Sunlight atau Mama Lemon.Heheh tentu dong! Mereka di bayar mahal-mahal untuk mempermainkan yang cukup menatang dan mengasikkan ini! Perang produk sabun cuci piring!

Jika melihat data penjualan Nasional, Mama Lemon VS Sunlight, kemarin sore memang Mama Lemon di mata Sunlight bukan apa-apa, tetapi dengan terlenanya Sunlight sebagai pemimpin pasar,  Hari ini Sunlight mulai kewalahan membendung laju Mama Lemon. Unilever mulai terseok-seok pangsa pasarnya digerus oleh Wings. Ya, betul ini adalah data rahasia dari para surveyor tersembunyi milik Sunlight. Semacam mata-mata bisnis dari Unilver yang di sebar dilapangan untuk melihat perkembangan produk mereka melawan kompetitor. Mereka sudah merasa keder karena ulah Mama Lemon yang mulai ikut-ikut merajai pangsa pasar di sabun colek cair kemasan mini ini.

Jika melihat semua lini produk Sunlight sebetulnya semua ukuran ada, entah untuk harga eceran dengan kemasan paling mini hingga ukuran paling jumbo. Mulai dari botol ukuran sedang hingga ukuran besar. Namun dalam tulisan sederhana ini, Saya hanya ingin intent lebih dalam melihat perkembangan pemasaran dari kemasan ecer konsumen seribu rupiah.

Mama Lemon Vs Sunlight

Mama Lemon Vs Sunlight

Khusus dalam tulisan ini, Saya ingin memfokuskan dengan detail produk Sunlight 52 ML VS Mama Lemon 62 ML. Jika dilihat head to head, strategi Mama Lemon sudah cukup jitu menghadapi musuh bebuyutannya, Sunlight. Anda tahu sendirikan, selama ini memang posisi Wings Group selaku pemasar consumer good di Indonesia selalau memposisikan sebagai pengikut pasar produk Sunlight yang di produksi oleh PT Unilever Indoensia.  Jadi selama ini posisi Mama Lemon adalah pengikut pasar. Apapun produk yang dikeluarkan oleh Sunlight, Mama Lemon hanya mengimbangi saia, belum pernah menjadi penantang pasar. Namun hari ini Mama Lemon sudah mulai merasakan manisnya mengikuti strategi produk di belakang Sunlight terus. Apapun polah dan tingkah Sunlight Wings hanya berperan sebagai pengikut pasar. Cuman diam-diam meskipun selalu dibelakang Sunlight, Mama lemon punya strategi ampuh untuk melibas Sunlight. Cukup cerdik memang jika dilihat strategi Wings dengan produk andalan Mama Lemonnya mengamati pasar. Diamnya Wings selalu mengamati dan mencari moment yang tepat untuk memukul telak, Sunlight.

Betul memang ucapan bijak, salah satu pesan marketer kawakan, semisal Philip Kotler, Michael E Porter dan pakar hebat lainnya, mereka selalu menyarankan, jadilah yang pertama. Jika Anda tak mampu menjadi yang pertama, jadilah yang unik. Ya..ya..ini adlah gederang perang produk yang sudah lama berlangsung antara Sunlight vs Mama Lemon. Cuman selama ini mungkin Mama Lemon hanya melihat-lihat saja tetapi terus menempel ketat lawan, alias gurunya selama ini, yaitu Sunlight. Ibarat Valentino Rossi, dia akan membututi terus lawannya, hingga saat yang tepat untuk menyalip, dia akan mengambil keputusan untuk menyalip. Meskipun demikian sebetulnya Sunlight tidak lengah melihat gencarnya promosi Mama Lemon yang terus meniru dan mengimbangi Sunlight.

Hanya sedikit gambaran histori ketika awal diluncurkannya Sunlight . Setahu saya, sebetulnya Sunlight mengeluarkan produknya dengan ukuran Sunlight 90ML, kala itu dengan harga ecer Rp.1100. Memang saat itu sih tulisannya Rp.1000, namun karena harga ambilnya dari distributor resmi sudah mahal, sekitar Rp.900, tentunya haga di konsumen akhir tidak mungkin dijual Rp.1000, tetapi dijual ecer Rp.1100 atau Rp.1200. Seiring dengan mahalnya harga bahan baku, hari ni Sungliht dengan kemasan  52 ML, di banderol dengan harga Rp.1000.

Ada yang menarik ketika saya mengamati produk Sunlight ukuran kemasan 52 ML. Ya, ini adalah kejadian menarik produk Sunlight dalam strategi  4p, khusus untuk variabel produk. Beberapa waktu yang lalu kira-kira 3 atau 4 bulan yang lalu (tepatnya lupa bro!), sebelum tulisan ini diturunkan, Sunlight memang pernah membuat produk ini dengan kemasan 45 ML. Ya, dengan ukuran 45 ML, produk ini dipaksa bersaing dengan Mama Lemon 62 ML. Tentunya dari segi produk, Sunlight 45 ML harus bertarung Mama Lemon 62ML. Untuk jangka pendek mungkin Sunlight bisa menang karena untuk brand dan merk sudah terkenal duluan. Tetapi jangan salah kawan! Pembeli kita, khusunya Indonesia mempunyai perilaku cenderung berfikir suka dengan produk yang murah, meskipun dari kualitas kurang. Ini sebetulnya sangat menguntungkan posisi Wings dengan kemasan lebih besar 62 ML, coba Anda hitung sendiri, berapa selisihnya? Ada 17 ML kelebihan yang diberikan Mama Lemon dibandingkan Sunlight. Coba Anda hitung saja 62ML dikurangi 45 ML, ada 17ML Bro!

Rupanya Sunlight tidak mau kecolongan pasarnya, Sunlight sudah mulai membaca poisisi produknya dalam bahaya! Jika ini diterus-teruskan tentunya akan membahayakan produk Sunlight untuk jangka panjang untuk harga ecer Rp.1000. Lama-lama produk sunlight akan mati dihabisi oleh Mama Lemon. Ya, kenapa mati? Tentu saja konsumen kita sudah mulai berfikir rasional. Cukup rasionalnya, sebagian dari konsumen akhir bisa dilihat oleh ucapan-ucapan tuan toko, mereka bilang, “Sunlight kok mahal banget ya, ukuran sekecil ini (45ML) diecer seribu rupiah! Kebangeten banget deh, Sunlight kalo nyari untung!”. Rupa-rupanya ucapan bisik-bisik kecil ini terdengar juga ke telinga para peracik strategi, ahli-ahli marketernya Sunlight, sehingga mau tidak mau, produk Sunlight harus mengimbangi dan menahan laju Mama Lemon yang sudah mulai mendominasi. Ooo..seperti ini ceritanya, Iya betul seperti ini ceritanya. Kemudian diluncurkanlah Sunlight 52 ML menggantikan 42ML yang akan head to head berhadapan dengan Mama Lemon 62 ML dengan harga ecer seribu perak.

Cukup menarik dan asik bukan? Mengamati polah dan tingkah kedua produk ini dalam berperang produk, berperang harga demi merebut hati konsumen, berperang produk demi sebuah kemenangan bisnis.

Ya, Anda tahu sendrikan! Untuk produk sabun cuci cair, pemain di Indonesia yang paling mendominasi cuman dua ini, Sunlight dan Mama Lemon. Sebetulnya merek-merek yang lain ada juga sih, namun tidak begitu populer dan terkenal selevel Mama dan Sunlight. Tidak seperti produk Unilever lainnya yang dikemas oleh pabriknya, tetapi mempunyai beberapa pemain besar, semisal produk sabun cuci, Unilever mengeluarkan Rinso, ada penatang yang sudah lama bermain semisal So Klin, Attack, Surf, Daia serta kemasan-kemasan dengan merk yang lain. Jika sabun cuci pemainnya banyak, namun untuk sabun cuci khusus piring dan perlengkapan dapur, cuman Wing dan Unilever. Mama Lemon senjata andalan Wings, sedangkan Sunlight punggawa milik Unilever. Jadi perseteruan kedua produk ini, cukup menarik untuk diamati. Apalagi Anda memang suka dengan ilmu manajemen yang bernama Strategi Pemasaran. Tentu akan sangat asik untuk terus diaamati. Lalu siapa pemenangnya Sunlight vs Mama Lemon ini? Ya, untuk urusan ini sih urusan pemilik pabrik yang tahu! Saya hanya ingin melihat ini hanya dari kacamata akademis untuk produk kelas konsumen paling bawah ecer seribu rupiah. Tentunya di otak masing-masing pemikir kedua produk inilah mereka punya data dan angka. Saya hanya ingin mengamati strategi mereka sepanjang dan setahu saya. Heheh.. Namun yang jelas kedua pemain besar bisnis udah memperhitungkan masak-masak tentang apa yang mereka buat dan apa yang mereka putuskan. Semisal Sunlight dari kemasan 45 ML dinaikkan menjadi 52 ML tanpa dibarengi menaikkan harga. ini adalah strategi langka yang di ambil oleh peusahan segede Unilever, mau mengalah untuk menurunkan marginnya demi sebuah kemenangan untuk meguasai produk secara Nasional. Ini strategi mahal bro! Ini keputusan berharga yang mahal bro! Karena harus menurunkan keuntungan! Jika salah perhitungan tentu akan berakhir konyol menghadapi kompetiortir terberatnya, Mama Lemon. Jika Sunlight salah dalam mengambil keputusan satu langkah saja, pastinya akan sangat mudah si Mama Lemon untuk menyalip telak musuh besarnya Sunlight.

Apa yang terjadi dilapangan? Yac kita lihat saja kawan! Siapa yang akan menjadi pemenangnya! Yang pasti Sunlight tetap ingin merajai pasaran sabun cuci cair, sedangkan Mama Lemon terus berdaya upayayang tak kalah sengit mau menggeser posisi Sunlight selaku Market Leader produk sabun cuci piring.

Tags:
author

Author: