Pengajian LDII Banyuwangi Kepada Jamaahnya

Pengajian LDII Banyuwangi

Saat ini Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), khususnya di Kota Banyuwangi mulai cukup pesat berkembang. Konon katanya si sesat, konon katanya sih jika kamu mampir sholat di msjid LDII, maka setelah kamu keluar dari masjid akan di pel lantainya. Hemm..isu yang aneh-aneh saja ya menimpa di LDII, khususnya LDII kabupaten Banyuwangi. Mungkin Anda juga mendengar seribu satu isu lagi yang unik-unik soal Jamaah LDII ini. Namun yang jelas dalam tulisan kali ini, penulis ingin berbagi dan bercerita tentang apa sih yang dikaji di LDII, apa yang diajarkan di LDII Kabupaten Banyuwangi, kok ada sebagian masyarakat yang mengangap LDII itu salah satu aliran sempalan yang dikatakan sesat.

Jauh hari sebelum, penulis ingin mempublikasi tulisan ini tentunya ingin bercerita sesuai data dan fakta. Jadi lucu dong, hanya bercerita LDII dengan versi saya, dan tidak sesuai dengan obyektifitas sebuah Lembaga dakwah yang saat ini sudah mulai berkembang pesat di Indonesia. Saya menyempatkan untuk berjalan-jalan di salah satu kawan di Banyuwangi yang memang sehari-harinya menjadi warga LDII di Jajag. Ya, LDII di Kota Jajag memang termasuk salah satu daerah yang mempunyai popularitas LDIInya dominan dan paling banyak. Sebut saja kampungya bernama Kampung Baru, oleh masyarakat sekitar lebih terkenal dengan sebutan daerah Darul Hadist, Ndoro Hadist dan sebagainya. Lucu bukan? Daerah tersebut sangat dikenal oleh masyarakat sekitar, kampung-kampung di sebelah-sebelahnya menamakan Kampung Darul Hadist. Cerita ini juga masih termasuk label-label yang muncul di LDII, sebelum menjadi organisasi sebesar sekarang ini, Lembaga Dakwah islam Indonesia.

Pengajian LDII Banyuwangi

Pengajian LDII Banyuwangi

Memang sih Kampung Baru ini merupakan kampung yang cukup unik dan menarik, hampir satu kampung menganut pengajian dengan payung organisasi LDII ini. Sehingga jika masyarakat diluaran sini menyebut sebagai Kampung Darul Hadist memang benar apa adanya. Hampir satu kampung Tumplek Blek, masyarakatnya ngaji di Darul Hadist yang dulu katanya ajaran H Nurhasan Al Ubaidah Lubis.

Kembali pada cerita Saya tadi, sebetulnya apa yang mengganjal di hati Saya, apa sih yang di kaji di LDII kabupaten Banyuwangi sehingga dinamakan Darul Hadist, khususnya di Kota Jajag tersebut. (Untuk info ini, Insak Alloh akan Saya tulis dalam bab khusus lain ini). Namun yang menjadi pertanyaan Saya kepada teman yang mengaji di LDII, apa yang dia kaji? Ternyata yang di kaji di LDII adalah Alquran dan Alhadist. Ooo.. hanya itu tho yang di kaji di LDII? Ya, kesimpulan sederhana Saya tentang pengajian LDII Kabupaten Banyuwangi, ternyata yang dikaji di LDII adalah Alquran dan Alhadist.

Sepintas Lalu Tentang Sejarah Berdirinya LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)

LDII, menurut informasi sejarah, berdiri pada 3 January 1972, namun namanya bukan LDII, yaitu YAKARI (Yayasan Lembaga Karyawan Islam).YAKARI berubah lagi nama menjadi LEMKARI pada Tahun 1981. Sejarah mencatat LDII itu di resmikan pada Tahun 1990, setelah ada Mubes (Musyawarah Besar) yang saat itu diarahkan oleh Wapres RI, Sudarmono, SH beserta Bapak H Rudini yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri di Era Pemerintahan Soeharto.Nama LEMKARI diubah dengan LDII karena ada kerancuan dengan LEMKARI yang saat itu adalah Lembaga Karate-Do Indonesia), jadi biar agak berbeda LEMKARI di rubah menjadi LDII (Lembaga Dakwah islam Indonesia).

Sesuai catatan Sejarah yang Saya baca dari blog-blog yang berkaitan dengan LDII, pendiri YAKARI pada tahun 1972 terdiri dari 5 Orang, Yaitu:

  1. Drs Nur Hasyim
  2. Drs Edi Masyadi
  3. Drs Bahroni Hertanto
  4. Soetojo Wirjo Atmodjo, BA
  5. Wijono BA

Kelima orang ini adalah pendiri atau yang mendirikan LDII yang saat itu bernama YAKARI pada Tahun 1972 di Surabaya Jawa Timur.

Meluruskan Isu, Masjid Akan Di Pel Ketika Yang Sholat Selain Warga LDII

Kawan, Banyuwangi!

Dalam  tulisan kali ini, penulis ingin berbagi tentang pelurusan isu yang berkembang di masyarakat Banyuwangi, tentang masjid LDII akan di pel ketika ada orang selain LDII sholat di masjid yang ada di bawah naungan LDII.

Ya..ya.. namanya isu, desas desus selalu lebih dahsyat dan lebih mengerikan dari kenyataannya.Yang jelas ketika Anda mencari atau ingin tahu kebenaran di manapun dan kapan saja ketika Anda selain warga LDII dan sholat di masjid LDII maka penulis pastikan tidak ada istilah pel mengepel.

Hemm…sebegitukah? Yach, penulis berani di jamin di manapun Anda sholat di masjid LDII, maka saya luruskan tidak ada pengepelan. Ini hanyalah isu belaka yang berkembang di masyarakat. Tentunya, masih banyak oknum-oknum yang dengan sengaja mengeluarkan isu yang tidak pas dengan keberadaan masjid LDII. So, mari kita Tabbayyun(melakukan klarifikasi) dengan adanya isu yang pernah berkembang di masyarakat kita bahwa ketika Anda sholat di masjid LDII, maka akan di pel setelah Anda keluar dari masjid tersebut.

Jika Anda masih penasaran dengan isu ini dan ingin membuktikan langsung, silahkan Anda mencoba sholat di salah satu masjid yang cukup terkenal di Kampung Baru Jajag Banyuwangi. Daerah ini termasuk sentral kegiatan LDII Kabupaten Banyuwangi. So, jika Anda masih penasaran, silahkan mampir ketika hari jumat atau ketika saat tiba sholat lainnya. Silahkan sholat di tempat tersebut, ketika Anda selesai sholat, maka di lakukan pengepelan apa tidak? Tentu saya pastikan 100 persen, masjid yang Anda buat sholat, meskipun Anda warga selain LDII, tidak akan pernah di pel.

Masjid LDII Banyuwangi, dalam mensikapi warga selain LDII sama dengan warga selain LDII. Maksudnya sama saja, tak ada perbedaan ketika di dalam masjid. Jadi tak ada pengertian yang jelas-jelas tidak pernah di ajarkan bahwa selain LDII adalah najis, apalagi mentakfirkan selain golongan di luar LDII. Menurut hemat saya sebagai penulis, tentunya yang menjadikan bernilai kita di hadapan Alloh ketika di masjid bukan karena unsur itu LDII atau bukan, namun karena tingkat keimanan serta ketakwaan kita yang di perhitungkan di hadapan Allah SWT.(Inna Akromakum Indallohi Atqokum). So, saya luruskan sekali lagi disini, ketika Anda sholat di masjid LDII, dan notabenya Anda bukan warga LDII, maka tidak ada istilah dipel. Ini hanya isu yang berkembang di masyarakat dan tidak jelas asal-usulnya dan entah mulai kapan isu ini berkembang.

Pastinya, dalam tulisan kali ini, penulis ingin memberikan klarifikasi dan pelurusan bahwa ini jelas-jelas tidak ada pengepelan atau menajiskan warga selain LDII ketika sholat di salah satu masjidnya. So, masjid LDII, sangat terbuka untuk umum. Siapapun dia, yang penting muslim, dan ingin menghadap Allah untuk melakukan ibadah sholat di masjid LDII, sangat dipersilahkan dan tidak akan di pel karena Anda selain warga LDII.

Itulah tulisan sederhana penulis tentang sedikit cerita dan pelurusan terhadap isu-isu yang berkembang dengan masjid LDII yang ada di Banyuwangi. Dalam tulisan ini penulis ingin mengajak befikir jernih dan tidak termakan isu yang tidak jelas asal-usul cerita dan keberadaanya. Warga LDII siap bermasyarakat dengan baik sebagai bentuk mewujudkan cita-cita bangsa dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.

So, sesama umat muslim adalah satu saudara, tentunya bukan hal yang sangat pantas ketika ada suadara kita sholat di masjid kita LDII, kemudian di gembosi dengan keberadaan isu yang intinya menjadikan resah teman-teman yang ingin sholat satu masjid dengan warga LDII, khususnya di Banyuwangi. Semoga tulisan ini dapat menjadikan pandangan baru bahwa di LDII masjidnya adalah terbuka untuk siapa saja, oleh golongan Islam dari mana saja dan tidak akan ada pengepelan seperti yang diisukan selama ini. Salam Ukhawah Islamiyah Untuk Anda Semua!

Saya Pastikan Tidak Akan Anda Istilah Pel Mengepel Ketika Anda Selain Warga LDII, Sholat Di Masjid LDII

Tags:
author

Author: