Munculnya Kembali Molto Pewangi, Genderang Perang Terhadap So Klin Pewangi

Munculnya Kembali Molto Pewangi 450 ML dan 900 ML

Hari ini, Genderang Perang Molto Pewangi melawan Soklin Pewangi di mulai lagi. Gimana gak dimulai, lha wong Unilever memunculkan Moltonya lagi (terutama Molto Pewangi450 ML) setelah beberapa tahun hilang gak muncul dari peredaran di pasar. Entah apa yang ada di benak pucuk pimpinan marketing Unilver saat itu, menarik produksi molto pewangi 450 dari pasaran. Mungkin juga sih, menutur saya karena over Pdnya Unilever sudah terlalu laku produknya. Sehingga di kisaran 3 Tahun yang lalu Unilver mendelisted Molto Pewangi 450nya. He..he.. inikan cuman analisa nakal dan kotor saya, kenapa Unilver sampai tak mau lagi menjual produk pewangi di segment paling murah, segment ekonomi kelas bawah, yang dalam hal ini di wakili oleh Molto Pewangi.

Ya, betul sekali, di kisaran pertengahan Oktober 2015, Unilever mengeluarkan amunisi produk lamanya, Molto Pewangi 450 ML yang memang sudah 3 tahunan tidak muncul di arena perang satu lawan satu molto pewangi miliknya Wings Group Soklin Pewangi 450 ML. Ya..ya..saat itu ketika Molto Pewangi 450 ditarik dari pasaran, siapa sih yang paling di utungkan?…Yang paling di untungkan adalah rival terdekatnya, musuh bebuyutan yang selalu menempel ketat, PT Wings Grup dengan produk andalannya So Klin Pewangi varian 450 ML.

Cerita ini sebtulnya cukup unik menurut saya, melihat polah dan tingkah produk-produk Unilever Indonesia. Jika kemarin, sebelum kedatangan Downy (Produk P&G), Unilever bolehlah over confidence (Over PD) untuk melepas produk andalannya Molto Pewangi 450 ML. Sebetulnya menurut saya ini adalah langkah keliru PT Unilever Indonesia menarik produk yang lagi bagus-bagusnya penjualan saat itu,(Molto Pewangi 450 ML). Kala itu memang sedang meracik strategi pemasaran baru ingin menaikan  kedigdayaan Molto Pewangi dengan mereplace Molto Pewangi  dengan nama Molto All in One. Jadi idenya Unilever saat itu adalah satu produk molto bisa di gunakan untuk segala kegunaan.

Molto Pewangi Vs So Klin Pewangi

Molto Pewangi Vs So Klin Pewangi

Hanya informasi tambahan biar Anda tak rancu dengan varian-varian Molto. Kisaran Tahun 2013 Unilever Punya Produk Andalan Molto sebagai berikut:

Molto Pewangi 30 ML >>> Untuk Segment Kelas Menengah Kebawah cukup murah harga ambil dari produsen Rp.3600 Per Lusin.

Molto Ultra Pink, Blue, dan Green 15 ML >>> Untuk segment kelas atas, harga per lusin Rp.4620 per lusin. (Produk inilah yang setulnya akan dilibas oleh Downy saat itu (Kisaran Tahun 2013).

Jadi memang Molto Pewangi berhadapan head to head dengan So Klin Pewangi milik Wings Group. Sedangkan Molto Ultra, entah varian Pink, Blue atau Green yang akan berhadapan dengan Downy saat itu. Produk ini juga di follower oleh Wings dengan nama So Klin Pewangi Ultra.

Mungkin hanya sebagai informasi bocoran, kenapa Unilever menarik Molto Pewangi dari pasaran, yang saat itu memang laku-lakunya (kira-kira sih, 3 tahunan yang lalu, 2013)? Karena memang saat itu, produk molto pesaing yang di pandang cukup membahayakan dan merugikan menggerogoti segment pasar Unilever adalah Downy keluaran P&G. Jadi saat itu, si Unilever dengan Moltonya cukup keteteran menghadapi dominasi  Downy yang mulai merongrong kekuatan market leader pelembut pakaian. Jadi di kisaran Tahun 2013 memang si Unilver menarik produknya Molto Pewangi dipasaran. Ide simpelnya, dengan menarik produk Molto Pewangi 450 ML diharapkan Unilever bisa menahan dan meredam dominasi Downy yang dirasa cukup potensi ambruknya punggawa-punggawa andalan aneka produk Unilever khususnya untuk Molto pewangi untuk pakain setelah di rendam ini. Ya..ya..seingat saya sih, saat itu dengan tagline andalan molto sekali bilas.

Untuk illustrasi pelengkap tulisan manajemen pemasaran ini, jika awal Tahun 2011, Downy bisa dibilang masih bayi, alias baru launching. Tapi di Tahun berikutnya boleh dibilang Downy adalah sudah balita, karena pemasarannya merangsek dan menggerogoti produk pelembut pakaian , khususnya milik Unilever dan rival terdekatnya So Klin Pewangi milik Wings Grups. Jadi inilah hebatnya Downy saat itu, meski pendatang baru dalam dunia pelembut pakaian, namun cukup pintar merebut hati konsumen menggeser dominasi Unilever dengan molto pewanginya. Memang sih saat itu sebetulnya Molto Pewangi milik Unilver di tiru habis oleh Wings dengan produk andalan So Klin Pewangi. Disinilah salah satu petaka bagi Unilever mempunyai produk dengan kualitas low yang secara gak langsung di kalahkan pamornya oleh Downy saat itu yang terkenal memang cukup premium. Gimana gak premium, memang sat itu downy cukup harum dan wangi di bandingkan dengan Molto dan So Klin Pewangi. Hanya sebagai bumbu cerita tambahn untuk melengkapi cerita ini, 5 ML nya Downy bisa sangat harum efeknya selama seminggu, setelah menggunakan produk ini. Inilah kedigdayaan Downy membaca celah dan kelemahan produk yang sudah ada, Molto Pewangi dan So Klin Pewangi.

Dengan melihat perubahan konsumen saat itu, trik ini cukup ampuh dan pintar mematikan langkah unilever dan sikolin mengusasi pasar pelebut pakaaina. (hanya sebagai catatan, meskipun memang saat itu unilvere sebaagi market leader, dan so klim pewngi sebagai market followernya unilver). Namun cukup kecolongan dengan penadatang baru Downy ini.

Untuk mengkotak-kotakkan posisi perang sengit antar molto pewangi, inilah gambaran jelasnya:

Nama Pabrikan               Produk                                   Posisi

PT Unilever                      Molto Pewangi                      Market Leader

                                            Molto Ultra                             Market Leader

Wings Group                   So Klin Pewangi                    Market follower

                                            So Klin Ultra                           Market follower

P&G                                    Downy                                   (Pendatang Baru, saat itu kira-kira 2012)

Illustrasi ini memang berguna, jika Anda memang bukan orang yang mengamati dengan detail pasar pelembut, jadi gambaran ini untuk memperjelas cerita yang saya berikan agar Anda tak bingung, produk siapa Downy, siapa Soklin Pewangi dan siapa Molto Pewangi.

Dari cerita diatas Anda mungkin akan memunyai sedikit gambaran, produk apa dan milik siapa. Jadi ini adalah posisi start sekitar tahun 2012 lalu, seusia dengan sejarah pertama kalinya muncul downy untuk pasar Indonesia. Peta kekuatan molto pelembut pakaian memang sudah mulai berubah semenjak kedatangan Downy saat itu.

So, kembali pada cerita utama, munculnya Molto pewangi 450 dari Uniliver pertengahan Oktober 2015 lalu, memang akibat dari kekalahan telak 2015 ini. Kenapa menurut saya telak? Ya..iyalah, perusahaan raksasa sekelas Unilever di gerogoti terus menerus pangsa pasarnya oleh kompetitor. Jika kemarin si Unilver dengan Molto Pewangi 450 ML seakan ogah-ogahan memproduksi barangnya. Namun hari ini, ibarat menjilat ludah sendiri, karena hebat dan dahsyatnya para pesaing, tentunya segment pasar yang dulu pernah dinikmatinya, pangsa pasar yang dulu pernah dikuasainya, ingin di ambil dan di minta kembali oleh Unilever Indonesia dengan Molto Pewangi  450nya.

Jika analisa saya ini betul, sejatinya ini bukan sebuah langkah yang salah sih menurut saya, karena memang di kisaran Tahun 2013 Molto Pewangi cukup merajaleala menguasai pasar. Namun karena saat itu mungkin menurut saya salah racikan strategi. Jadinya hanya ingin melawan dan menaikan brand Molto agar tak kalah dengan Downy, akhirnya memunculkan Molto All In One saat itu. Namun siapa sangka dan siapa nyana, ternyata strategi ini kurang ampuh dan kurang jitu dalam mematikan gerak dan langkah Downy dalam mendominasi pangsa pasar pelembut pakain. Ternyata dengan memunculkan produk Molto All In One dan menarik (delisted) Molto Pewangi, ternyata konsumen tak kunjung jatuh cinta kembali ke Molto milik Unilever ini, malah banyak yang beralih ke Downy. Inilah kerennya pemasaran yang dilakukan Molto Pewangi Vs So Klin Pewangi Vs Downy.

So, kesimpulan sederhana Saya dalam tulisan ini adalah,  dengan munculnya kembali Molto Pewangi 450 ML yang dulu pernah dihilangkan oleh PT Unilever adalah salah satu upaya untuk merebut kembali pangsa pasar di segment menengah kebawah yang sebetulnya masih sangat menguntungkan Unilever. Dulu pernah jaya dengan Molto Pewangi, kini memproduksi kembali demi sebuah keuntungan. Bisnis tetap bisnis, sepanjang itu masih menguntungkan, kenapa enggak? Namanya juga produk masih laku, dan dulu pangsa pasarnya juga  bagus, kenapa tidak di luncurkan kembali. Setidaknya dengan strategi ini berguna untuk menetralisir kekalahan molto dengan pendatang yang cukup membahayakan Downy.

Tags:
author

Author: