Ini Dia Angka Barang Ekspor Indonesia

Ini Dia Angka Barang Ekspor Indonesia

Negara Indonesia termasuk dalam negera yang memiliki angka ekspor tidak stabil, tercatat dalam data Badan Pusat Statisktik (BPS) melalui berita resmi statistik, bahwa barang ekspor Indonesia seperti migas dan nonmigas selama periode 2014 mengalami pasang surut, penurunan terlihat pada bulan april mencapai 3,16% dibandingkan bulan maret, dari US$ 15.192,6 juta menjadi US$ 14.293,9 juta, hal ini diisebakan oleh menurunnya ekspor nonmigas sebesar 7,09% dengan angka penurunan US$ 12.551,3 juta keangka US$ 11.661,7 juta. Anjloknya ekspor migas sebesar 0,35% yaitu dari US$ 2.641,3 juta hingga US$ 632,2 juta, tetapi ekspor hasil minyak mengalami peningkatan sebesar 18,13 % menjadi US$ 403,0 juta serta ekspor gas mencapai 11,32 % sebesar US$ 1.589,4 juta. Naik turunnya ekspor suatu barang atau jasa, tergantung dengan permintaan negara lain, untuk mengetahui seperti apa  keadaan ekspor Indonesia akan dijelaskan dalam artikel singkat ini.

Barang ekspor Indonesia terdiri dari 2 golongan yaitu pertama migas, mencangkup segala bentuk minyak, gas dan produk yang dihasilkannya. Kedua ada nonmigas, didalamnya termasuk juga produk industri, hasil pertanian, mesin serta nonmigas lainnya. Masih dari data Badan Pusat Statistik angka pengiriman ekspor nonmigas ke berbagai negara mengalami peningkatan secara signifikan, seperti ke negara Australia, Taiwan, Singapura, Jerman, Amerika, Inggris, Korea Selatan, Prancis, masing – masing mencapai US$ 167,2 juta, US$ 4,7 juta, US$ 36,2 juta, US$ 24,5 juta, US$ 117,8 juta, US$ 10,2 juta, US$ 5,9 juta, dan rata – rata kenaikan sebesar 15,6 %. Penurunan barang ekspor terjadi diberbagai negara tujuan, India dengan angka US$ 282,4 juta (23,93%), jepang sebesar US$ 70,1 juta (5,66%),  Thailand mencapai US$ 85,1 juta (17,70%), dan Malaysia US$ 58,1 juta (10,15%). Secara keseluruhan total ekspor pada negara tujuan utama mengalami pernurunan sampai 3,69%.

Angka Ekspor Impor Indonesia

Angka Ekspor Impor Indonesia

Data kementrian perdagangan Juni 2014 menunjukan, produk ekspor industri mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sebesar 12 % yaitu US$ 10,4 miliar, kenaikan ini dipicu pleh peningkatan produk manufaktur diantaranya perhiasan mencapai 109,2 %, kapal laut 111%, pakaian jadi 23,1%, dan suku cadang kendaraan 11,9%. Beberapa produk ekspor nonmigas yang cukup prospektif lainnya terlihat pada pertengahan tahun 2014 berupa, otomotif, kakao, kopi, udang, dan furniture. Dengan data tersebut sepertinya pemerintah mengacu pada sektor industri sebagai produk utama ekspor ke luar negeri, dikuatkan dengan ketentuan ekspor batubara dan produk batubara oleh Peraturan Kementrian Perdagangan (Permendag) No. 39/M-DAG/Per/7/2014 yang berlaku awal sebtember, maka nilai ekspor batubara diperkirakan meningkat 17,19% dari tahun ketahun. Sementara itu barang ekspor migas mengalami penurunan sebesar 0,4%, diikuti dengan produk pertambangan yang juga mengalami penurunan sebesar 22,9% mencapai nilai USD 1,7 miliar. Dari semua data tersebut dapat disimpulkan bahwa selama periode 2014, permintaan luar negeri terhadap ekspor migas tidak lagi tinggi.

Keadaan barang ekspor Indonesia yang tidak stabil menjadi PR bagi pemerintah untuk memperbaiki kembali produk Indonesia, sehingga kualitas yang dihasilkan tetap menjuarai pasar internasional, adanya dukungan internal berupa keunggulan komparatif dan iklim investasi, serta eksternal  dengan memperhatikan permintaan dunia, peningkatan harga, dan peluang pasar akibat masalah yang dihadapi negara pesaing, semuanya dilakukan sebagai dukungan optimisme kegiatan ekspor Indonesia. Demikian pembahasan tentang keadaan angka barang ekspor, semoga dapat dipahaami dan dimengerti.

Rate this article!
Tags:
author

Author: