Contoh Studi Kasus Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Produk Sunlight

Bauran Pemasaran Sunligth Vs Mama Lemon

Jika Anda mampir ke blog ini untuk copas artikel tentang bauran pemasaran yang biasa di telorkan oleh Philip Kotler, Anda keliru besar. Ini hanyalah blog sederhana yang membahas apa dan bagaimana bauran pemasaran itu ada. Jika Anda googling kemana-mana mungkin sebagian dari Anda yang bukan mahasiswa atau bukan bekas mahasiswa khususnya yang pernah kuliah di Ekonomi Manejemen, Adminitrasi Niaga dan Mungkin Administrasi Negara, tentu tak akan faham dan berguna apa guna materi dengan judul makalah bauran pemasaran. Sebagian dari Anda yang mungkin nyasar mampir kesini adalah mahasiswa ekonomi yang malas menulis dan membaca litelatur yang berkaitan dengan ilmu ekonomi yang paling dasar ini, marketing manajemen.

Mungkin sebagian dari Anda sedang utak-atik, mencari artikel yang mudah untuk di copas berkaitan tugas mata kuliah Anda, betul tidak? Ya, jika betul ya syukur, namun jika tidak mungkin Anda juga sebagian dari praktisi yang sedang ingin tahu dan faham apa sih ilmu menajemen bauran pemasaran? Hemm…ilmu ini mungkin terlihat masih dasar, namun mempunyai kegunaan yang luar biasa dalam mengatur, memanaj, menjaga, membesarkan bisnis Anda. Jadi ilmu ini sangat penting untuk kepnetingan bisnis Anda. Saya dalam menulis artikel ini, mungkin tidak akan panjang lebar dalam soal teori, namun Saya ingin menguji dan praktek melihat langsung bagaimana bauran pemasaran diaplikasikan dalam sebuah kasus atau contoh bisnis yang nyata. Saya ingin Anda melihat dan merumuskan bisnis yang berkaitan dengan consumer good yang saat ini mungkin sangat Anda kenal, yaitu salah satu produk Unilver, Sunligt.

Lebih jauh sebelum bercerita sik soal ilmu manajemen yang berkaitan dengan pemasaran, tentunya jika melihat produk PT Unilever Indonesia secara detail cukup banyak, entah dari produk yang berkaiatan dengan kecantikan semisal Pond, Citra, Maupun Home Care semisal Rinso, Surf sabun Lux, Lifebuoy dan seterusnya. Banyak sekali produk yang dimiliki oleh PT Unilever Indonesia. Namun hari ini saya ingin belajar mengaplikasikan catatan kecil Saya dalam produk untuk cuci piring yaitu Sunlight, khususnya yang berkaitan dengan bauran pemasaran atau biasa dikenal dengan istilah 4P (Price, Product, Promotions dan Place).

Illustrasi Mama Lemon VS Sunlight

Illustrasi Mama Lemon VS Sunlight

Inilah Analisa 4P Untuk Produk Unilever Sunlight

Strategi Produk dan Harga

Dari sisi harga produk Sunlight sudah cukup betul menempatkan posisinya. Ya, produk Sunlight untuk kemasan paling kecil (eceran untuk rumahan) dibandrol dengan ecer Rp.1000, produk ini diwakili dengan Sunlight ukuran 52ML. Anda tahu sendirikan, sebetulnya untuk kompetitor yang paling dekat dengan Sunlight? Siapa? Mama Lemon. Ya, Mama Lemon adalah pengikut pasar untuk produk cuci piring ini. Sunlight cukup jitu untuk memahami keadaan pasar yang terus berubah. Sebagai gambaran informasi saja, Sunlight yang ada dipasaran hari ini khusus untuk produk 52ML sebetulnya beberapa bulan yang lalu di produksi dengan kemasan 45ML. Lalu pertanyaan sederhana, kenapa Sunlight yang kemarin dikemas dengan varian 45 ML, kemudian di naikkan volumenya menjadi 52 ML? Namun tidak mengalami perubahan harga, khususnya untuk harga eceran yaitu 1000 Rupiah. Meskipun produk-produk dengan varian diatasnya minggu-minggu ini sudah mengalami kenaikan. Misalnya untuk Sunlight 800ML dari harga distributor Rp.11.700 naik menjadi Rp.12.000,- per pcsnya. Kemudian untuk ukuran 400 ML dari harga Rp.6.700 per pcs menjadi Rp.6900 perpcsnya.

Inilah yang dinamakan strategi harga! Ini adalah strategi Unilever untuk mempertahankan Sunlight dari kompetitor terdekatnya, yaitu Mama Lemon. Meskipun Mama Lemon dengan ukuran 62 ML untuk harga eceran 1000 rupiah, namun Mama Lemon sebetulnya sudah pernah mulai membahayakan posisi Sunligth, khususnya jika head to head berhadapan Sunlight 45 ML. Jadi semisal Sunlight tidak merubah strategi menurunkan harga dengan memproduksi 52 ML dengan eceran Rp.1000 tentu posisi Sunlight akan tergusur dikuasai oleh Wings Group dengan nama Mama Lemon ini. Jadi dengan menambahkan 7 ML dari ukuran 45ML menjadi 52 ML adalah strategi marketing mixnya Unilever untuk mengontrol produk Wings dengan Mama Lemon ukuran 80 ML dengan harga ecer Rp.1000.

Sunlight Vs Mama Lemon

Sunlight Vs Mama Lemon

Ini adalah salah satu langkah berani produk Unilever bernama Sunlight untuk membendung dominasi Mama Lemon. Cukup asik dan unik jika melihat pertarungan dua produk ini, khususnya untuk cuci piring dengan bahan cair.

Jadi Kesimpulan sederhana dalam tulisan ini adalah kedua produsen Unilever dan Wings memainkan strategi 4P dalam berbisnis mempertahankan produk masing-masing. Jadi bukan produknya saja yang bagus, namun dari sisi harga mereka juga bertempur habis-habisan untuk mempengaruhi konsumen menggunakan produk mereka. So, ini adalah salah satu contoh studi kasus analisa pemasaran yang berkaitan dengan produk Sunlight dari Unilver melawan Wings Surya.

Hemmm..tulisan ini hanya analisa sok tahu Saya lho ya! Saya bukan orang Wings dan Saya bukan orang Unilever. Yang jelas ini hanya satu dari contoh kasus tentang strategi memainkan harga dan produk untuk memenangkan pertempuran bisnis, khususnya untuk dua produk yang sudah terkenal, yaitu Sunlight VS Mama Lemon. Smoga tulisan ini memberikan ide dan manfaat bagi Anda dalam menganalisa bisnis yang Anda tekuni, dengan melihat contoh kasus dua produk ini.

Tags:
author

Author: